LAPORAN MONITORING DAN EVALUASI

UNIT KERJASAMA TAHUN

2023-2025



Pelaksanaan kerja sama pada Tahun Akademik 2023–2024 dan 2024–2025 menunjukkan adanya tren peningkatan yang signifikan, baik dari sisi jumlah Nota Kesepahaman (MoU) maupun dari intensitas implementasi kerja sama yang dilaksanakan oleh institusi dan program studi. Pada Tahun Akademik 2023–2024, institusi telah memiliki dasar kerja sama yang kuat dengan total MoU yang tersebar pada mitra industri dalam negeri, institusi pendidikan tinggi dalam negeri, pemerintahan, serta mitra luar negeri.

Namun, implementasi kerja sama pada periode ini masih relatif terbatas dan lebih berfokus pada kegiatan praktik industri, PKL mahasiswa, serta beberapa kegiatan akademik pendukung di tingkat nasional.Memasuki Tahun Akademik 2024–2025, terjadi kenaikan jumlah MoU secara nyata, dengan penambahan sebanyak 40 MoU baru, sehingga total MoU yang dimiliki institusi mencapai 204 MoU. Peningkatan ini mencerminkan perluasan jejaring kemitraan yang lebih strategis, khususnya dengan industri dalam negeri dan institusi pendidikan tinggi luar negeri, yang mendukung penguatan tridarma perguruan tinggi.

Selain peningkatan jumlah MoU, Tahun Akademik 2024–2025 juga menunjukkan peningkatan kualitas dan kuantitas implementasi kerja sama. Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah MoU yang ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata, seperti seminar internasional, konferensi internasional, guest lecture, lecture exchange, student exchange, benchmarking internasional, pengabdian kepada masyarakat internasional, serta kolaborasi riset dan publikasi ilmiah. Implementasi kerja sama internasional melibatkan mitra dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Uzbekistan, Thailand, dan Madagascaryang belum banyak terealisasi pada tahun sebelumnya.

Di tingkat nasional, implementasi kerja sama pada Tahun Akademik 2024–2025 juga mengalami penguatan, ditandai dengan meningkatnya kegiatan praktik industri berjenjang (PI II dan PI III), PKL mahasiswa, kunjungan industri, kuliah pakar, seminar nasional, monitoring praktik industri, hingga rekrutmen tenaga kerja. Kegiatan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi langsung berdampak pada peningkatan kompetensi mahasiswa dan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.

Dengan demikian, jika dibandingkan dengan Tahun Akademik 2023–2024, pelaksanaan kerja sama pada Tahun Akademik 2024–2025 menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dari aspek jumlah kemitraan maupun implementasi nyata yang terukur dan berdampak. Kondisi ini menunjukkan bahwa institusi tidak hanya berfokus pada penambahan dokumen kerja sama, tetapi juga memastikan bahwa MoU yang dimiliki diimplementasikan secara berkelanjutan untuk mendukung pencapaian capaian pembelajaran, penguatan tridarma perguruan tinggi, serta peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional dan internasional.